Di Upah Rp 2 juta, Pemulung dan Petugas Kali Antusias


Rencana Pemprov DKI Jakarta untuk membersihkan kali da sungai melalui pemberdayaan masyarakat dengan memberikan lapangan pekerjaan sebagai petugas kebersihan disambut atusias warga. Apalagi bagi warga di kalangan pemulung maupun petugas kali dengan di janjikan akan mendapatkan upah RP 2 juta per bulan membuat mereka menanti-nanti, kapan rencana tersebut dapat di realisasikan. 

Anton, 30, petugas jasa kebersihan yang setiap pagi dan sore keliling kampung di Tanjung Priok mengaku sangat mendambakan menjadi petugas kebersihan kali. Dengan upah Rp 2 juta, katanya, dapat menutupi kebutuhan ekonomi keluarganya selain itu ia juga akan bangga karena mendapatkan pekerjaan yang tetap.

"Saya ingin sekali mendapatkan pekerjaan itu. Semoga saja pemda DKI dapat segera mewujudkannya dan merekrut tenaga kerja dari kalangan pemulung agar kehidupan kami dapat lebih baik," harap bapak dua anak itu kepada jakartautara.co, Rabu 06 Februari 2013. 

Harapan yang sama juga di katakan Adi, 56, salah seorang petugas kebersihan kali Swasembada, Kebon Bawang. "Kami sudah mendengar kabar bahwa petugas kebersihan kali akan di gaji Rp 2 juta dari pemprov DKI Jakarta. Kalau saja rencana tersebut dapat segera terwujud tentu menjadi kabar gembira bagi kami," katanya.

pria yang sudah enam tahun menjadi petugas kali Swasembada itu, mengaku selama ini upah yang di terima sebagai petugas kebersihan kali sangat minim. Selain itu, kata dia, tidak ada jaminan kesehatan. "Upah kami hanya RP 45 ribu/hari, itupun di potong uang makan RP 20 ribu/hari jadi hanya tersisa Rp 25 ribu. Sisa upah kami biasanya di bayar setiap bulan," ungkap dia. 

Namun, katanya, dalam setiap bulan ada saja keperluan keluarga sehingga terpaksa harus meminjam utangan pada mandor. "Kadang-kadang upah kami setiap bulan hanya menyisakan Rp 50 ribu setelah di potong uang makan dan bayar hutang. Ya, kalau dibilang cukup sangat tidak cukup namun mau bagaimana lagi karena hanya inilah pekerjaan kami," ucapnya lirih.

Selain itu, ketiadaan jaminan kesehatan juga menambah penderitaan para petugas kebersihan kali. Mereka umumnya tinggal di pemukiman Semper. "Kalau ada petugas yang sakit tidak ada biaya penggantian pengobatan. Kalau kami lapor pada mandor paling hanya di bantu untuk beli obat di warung," akunya.

Oleh karena itu, ia berharap era pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur sekarang ini dapat meningkatkan kehidupan para petugas kebersihan kali. "Tentu kami semua sangat berharap dan mudah-mudahan dapat segera terwujud," imbuhnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama, berencana mempekerjakan tenaga honorer untuk kebersihan sungai dan kali di DKI Jakarta. Satu orangnya akan mendapatkan gaji sebesar Rp 2 juta per bulan. Hal ini menurutnya, lebih efektif dengan mempekerjakan warga ketimbang mempercayai pada pihak swasta yang selama ini menangani kebersihan kali dan sungai namun dianggap tidak profesional.  


JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :



Dikirim oleh Saimin pada 16.49. dan Dikategorikan pada , , , , . Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas

Pengunjung Online

2010 Jakarta Utara. All Rights Reserved. - Designed by Media Online Jakarta Utara