Pembangunan Rusunawa KBN Di Protes Para Pemilik Rumah Kost

CILINCING- Rencana pembangunan Rumah Susun (Rusun) di dalam kawasan KBN Cakung, Cilincing mendapatkan reaksi keras dari puluhan pemilik kontrakan dan rumah kost serta tokmas di wilayah Sukapura, Cilincing Jakarta Utara. Pasalnya pembangunan rusun itu akan membuat para pemilik kost kehilangan mata pencahariannya.  Para pemilik rumah kost ini mendatangi lokasi pembangunan tersebut agar pihak KBN untuk memikirkan kembali rencana pembangunan tersebut.

"Jika pembangunan Rusun itu jadi, sudah pasti para buruh akan lebih memilih tinggal di rusun tersebut, oleh karena itu meminta KBN untuk memikirkan kembali rencana tersebut" ujar Jayadi 55, Ketua RW 1 Sukapura, Cilincing.

Dijelaskan, selama ini para buruh yang mengontrak dan kost telah memberikan kontribusi kepada pemilik rumah di wilayah Sukapura termasuk roda ekonomi di lingkungan."Banyaknya para buruh dilingkungan ini telah banyak memberikan masukan kepada warga" ujarnya. Reksi para pemilik kost dan kontrakan ini akhirnya bisa diredam oleh puluhan aparat kepolisian maupun satuan keamanan kawasan. Yang kemudian membubarkan diri. Ia juga menilai keberadaan KBN merupakan peruntukan kawasan industri bukan untuk pembangunan Rusunawa.

"Pokoknya kami tidak akan setuju apapun alasannya" tegas Jayadi yang diamini Ketua RW 1sampai 5 serta tokmas dan puluhan pemilik rumah kontrakan di Sukapura.

Hasil pantauan di lokasi, hampir 75 persen lingkungan di Sukapura banyak dihuni oleh para pengontrak dan kos-kosan. Mereka sebagian adalah pekerja KBN. Beberapa lokasi yang merupakan kawasan pemukiman kontrakan adalah Jalan Gang Kompi Jenggot,Gang pojok, Gang Salon, Gang Malik, Jalan Taruna, Gang Asem, Gang Pasar Bulog, Jalan Bambu Kuning, Jalan Proyek dan sejumlah jalan di Sukapura. Para pemilik kos-kosan maupun rumah kontrakan hampir sebagian memiliki puluhan kamar, bahkan ada yang berbentuk asrama putri.

Sementara itu, Haryadi Wakil Camat Cilincing membenarkan adanya protes para pemilik rumah kontrakan dan kos-kosan di Sukapura. Mereka menilai adanya pembangunan Rusun ini akan membuat para pengontrak pindah ke Rusun jika pembangunan itu selesai. Jika mereka pindah akan berpengaruh pada penghasilan pemilik rumah kost. Sementara itu Pihak KBN membangun Rumah Susun ini untuk memberikan fasilitas tempat tinggal agar mereka dekat dari lokasi bekerja. begitu juga para pekerja yang selama ini berada diluar lingkungan kerap menimbulkan kemacetan saat masuk dan pulang bekerja.

"Memang benar para tokmas maupun pemilik kontrakan di Sukapura memprotes rencana pembangunan Rusunawa oleh KBN. Saat ini pihak manajemen sedang melakukan diskusi dengan para tokoh masyarakat dan ketua RW di Sukapura" ujarnya. Informasi yang didapat dari sumber, pertemuan yang di laksanakan di Kantor Pusat KBN Cakung, keputusannya baru bisa di jelaskan pada hari senin nanti.

JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :



Dikirim oleh Rubian pada 23.07. dan Dikategorikan pada , , , . Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas

Pengunjung Online

2010 Jakarta Utara. All Rights Reserved. - Designed by Media Online Jakarta Utara